Senin, 05 November 2018

Jalan Hancur, Mobil Bermuatan Berat Jadi Penyebabnya.



Pamekasan, Harianmerdekapost.com - Maraknya penambangan batu liar di sejumlah daerah di Pamekasan dikeluhkan masyarakat. Sebut saja tambang batu di Desa Rangperang Daja Kecamatan Proppo.

Secara nyata, warga disekitar tambang merasa tidak nyaman. Sebab aktivitas tambang beroperasi setiap hari. Berdasarkan pantauan Awak Media, kondisi alam disekitar tambang memprihatinkan. Rusaknya jalan diakibatkan banyaknya mobil truk pengangkut batu bermuatan berat. Mobil tersebut melintas di sepanjang jalan Panaan-Rangperang.

Akibatnya tidak sedikit jalan rusak. Ditambah dengan kepulan debu yang mengotori lingkungan masyarakat. Ironisnya kondisi demikian justru dibiarkan oleh pemerintah dan pemilik usaha tambang.

Syahrul Syiddiq (32) warga Desa Panaan Kecamatan Palengaan menyesalkan terhadap pemerintah yang dituding membiarkan jalan hancur berantakan.

"Jalan ini bukan hanya milik sopir truck pengangkut batu saja. Tapi juga milik semua lapisan masyarakat. Tapi mereka (pengangkut batu. red) tidak mau dengar keluhan masyarakat. Saya berharap pemerintah agar segera menyikapi masalah ini," harap Syahrul yang kediamannya tepat berada dipinggir jalan, Senin (5/11/2018).

Hal senada disampaikan Hasan (31) warga Desa Rangperang Daja Kecamatan Proppo. Dia mengakui bahwa kondisi jalan sangat memprihatinkan. Bahkan pihaknya menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan lamban bertindak. "Sangat mengotori rumah warga dan pepohonan," ucap pria dari satu orang anak tersebut.

Kades Rangperang Laok Buhari mengiyakan bahwa rusaknya jalan dipicu oleh banyaknya mobil truk tambang. Dia berharap pihak terkait segera melakukan tindakan.

"Jadi saya berharap kepada pihak terkait agar segera mengevaluasi. Tolong kasihani masyarakat sekitar," harap Kades Buhari.

Hal senada disampaikan Kades Rangperang Daya Moh Toli. Dia juga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan terhadap infrastruktur yang rusak. Beberapa hari yang lalu, Toli sempat menyinggung bahwa desa yang dilalui truk tambang itu sama sekali tidak berkontribusi terhadap desa. Sehingga tidak ada desa yang diuntungkan dalam mega proyek ini. (Jurnalis. Moh. Hewi)

0 komentar:

Posting Komentar