Selasa, 23 Oktober 2018

URGENSI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Oleh:Wasto Pujawiatna

 ( Guru SMPN 4 Setu, Kab .Bekasi )


Harianmerdekapost.com Bahasa Indonesia merupakan bahasa negara dan bahasa resmi di negara kita, tapi sudahkah masyarakat, warganya cinta atau merasa bangga dengan bahasanya? seyogyanya kita haruslah bangga dan mencintainya terhadap bahasa Indonesia. 
Dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 36 berbunyi ; "Bahasa negara negara kesatuan  Republik Indonesia adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi.  Disamping itu ada undang –undang kebahasaan no 24 tahun 2009 tentang penggunaan kebahasaan   Ini sudah jelas dan gamblang merupakan payung hukum dari pendiri bangsa kita bahwa bahasa negara aalah bahasa Indonesia.
Para pemuda  yang terdiri dari berbagai suku mengikrarkan dalam satu sumpah yakni Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 menyatakan, “Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”. jelaslah bahwa bahasa indonesia menjadi perekat dan pemersatu komunikasi antar suku di negara kita Indonesia tercinta ini. Kini eatiap tanggal 28 Oktober selalu kita peringati disekolah-sekolah atau instansi pemerintah dengan tujuan supaya generasi muda meneladani dan mengaplikasikan isi sumpah pemuda khusunya tentang kecintaan terhadap bahasa Indonesia
Seandainya para pendahulu dan pendiri bangsa kita tidak meninggalkan warisan untuk menggunakan penggunaan bahasa persatuan untuk rakyat Indonesia maka tiap  daerah  akan menggunakan bahasa daerah masing-masing . orang Aceh bertemu dengan orang Sunda, orang Batak dan orang Bali akan menggunakan bahasa daerah masing-masing  yang akan tidak dimpahami dan dimengerti oleh kedua belah fihak akan kacau bukan?
Persiden RI ke-2, Soeharto, selalu menggunakan bahasa Indonesia katika berpidato dihadapan tamu-tamu asing di istana negara maupun ketika beliau mengadakan kunjungan ke luarnegeri ini membuktikan kecintaan terhadap bahasa Indonesia,bukan karena tidak bisa bahasa Inggris  tapi memberi contoh terhadap masyrakat Indonesia.

Pendidkan Bahasa dan sastra Indonesia terdiri dari dua frasa pendidikan bahasa dan sastra indonesia kedua frasa ini kedua duanya tidak bisa dipisahkan, seperti pasangan suami istri. Pendidikan bahasa erat hubungan nya dengan pendidikan, pengajaran, pembinaan, pelatihan  mengenai  keterampilan membaca,menulis,berbicara,menyimak  dan menulis. Begitu juga dengan sastra Indonesia meliputi ketampilan m,menyimak,berbicara,membaca dan menulis.
Pendikan bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan dari SD sampa iPerguruan Tinggi.  Sejak zaman orang tua atau kakek kita pelajaran bahasa indonesia diajarkan terpisah ada menulis dan membaca  bahkan termasuk lima mata pelajaran pokok sejak era sebelum aada UN yang diujikan dengan istilah Evaluasi Belajar Tahap Akhir meliputi mata pelajaran PMP, Bahasa Indonesia,Matematika ,IPA,dan IPS  (kurikulum 84).
Pemerintah dalam hal menjaga dan melestarikan supaya bahasa indonesia tidak tersaingi atau tetap dibanggakan oleh bangsanya sendiri menbuka jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia disemua perguruan tinggi negeri  baik Univeristas maupun LPTK/IKIP, ada Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa,P4TK bahasa, disetiap propinsi ada Pusat Bahasa. Di tingkat SMA jurusan Bahasa. 
Diera global pemerintah  dalam hal ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa aktif  mengadakan seminar,kongres,lokakarya  ,diskusi dan lomba dibidang bahasa dan sasta Indonesia . mngadakan Uji Kemahiran  bahasa Indonesia untuk warga negara  baik guru /masyarakat lainnya. 
Untuk menjaga dan melestarikan bahasa dsn sastra Indonesia bukan hanya  Badan Pengembangan dan pembinaan bahasa atau para penyair dan sastrawan  semata tapi kewajiban seluruh masyarakat indonesia, Peran Pemimpin juga bisa menjadi contoh misalnya sebelum memulai pidato baca pantun terlebih dahulu, dalam keluarga memberi contoh berbicara yang sopan, peran tokoh agama, aparat  sangat penting.
Peran guru khususunya guru bahasa dan sastra indonesia sebagai ujung tombak dalam mengajarkan Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia mempunyai peran  yang tidak ringan , supaya peserta didik  setelah lulus mempunyai keterampilan membaca  dan menulis baik di bidang bahasa maupun di bidang sastra, mantan  mentri pendidkian nasional  Muh. Nuh menyatakan, Pelajaran bahasa Indonesia merupakan  salah satu pemersatu bangsa , Ini menandakan bahasa Indonesia sangat penting untuk pembentukan karakter bangsa. 
Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kini semakin bergairah dengan  banyak inovasi dalam pembelajaran di kelas karena banyak bimbingan dan pelatihan baik yang dilaksanakan oleh P4TK bahasa ,MGMP Bahasa Indonesia , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, guru-guru yang tergabung dalam komunitas penulis  dan sebagainya.
Pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru di dalam kelas juga semakin berkembang karena banyak model pembelajaran dan permainan  hasil inovasi guru bidang studi bahasa Indonesia, misalnya ice breaking, asah otak, senam otak, tayangan motivasi dan inspirasi . Jumlah jam pelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia juga bertambah untuk tingkat SMP alokasi waktu 6 jam satu minggu ini membuktikan pemerintah begitu memperhatikan dan mengapresiasi terhadap mata pelajaran bhasa Indonesia. Gerakan Literasi Sekolah dari tingkat SD sampai SMA  kini dilaksanakan untuk lebih gemar membaca dan menulis di kalangan  guru dan pelajar.
Untuk memperkuat pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa dan sastra Indonesia selalu diperlombakan untuk sisiwa dan mahasisiwa dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi . Misalnya lomba cipta cerpen,puisi, bercerita, Debat ,menulis poster,musikalisasi puisi, berbalas pantun dan sebagainya.
Lomba penulisan Esai, artikel, dan karya tulis ilmiah berdasarkan kategori umum, pelajar, mahasisiwa yang diadakan oleh pemerintah maupun lembaga swasta.dengan diberi hadiah untuk memberi motivasi kepada masyarakat untuk mau menulis .

Kesimpulan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia berhubungan dengan pembinaan,pendidkan dan pengembangan bahasa dan sasta Indonesia.
Pendidkan bahasa dan sastra indonesia diajarkan di sekolah mulai dari TK sampai PT intinya agar warga negara mampu berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan di forum resmi maupun  tidak resmi;
Masyarakat atau warga yang pandai berbahasa dan sasta akan mempunyai karakter bertanggung jawab,disiplin,toleransi dan bijaksana.(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar