Jumat, 26 Oktober 2018

OKOL BAGI MASYARAKAT PAMEKASAN ADALAH BUDAYA



Pamekasan, Harianmerdekapost.com - Tradisi okol telah dikenal puluhan tahun lalu. Bahkan kabarnya orang Madura telah mengenal tradisi okol jauh sebelum Indonesia merdeka.Tradisi okol merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Madura. Salah satu desa yang mengelar okol adalah Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Jum'at. (26/10/2018). Selepas adzan ashar. 

Awalnya tradisi ini diselenggarakan dalam rangka upacara mememinta hujan. Namun dalam perkembangannya, tradisi gulat okol berubah menjadi hiburan rakyat yang menarik.

Aturan main dalam okol sederhana. Tokoh masyarakat dihadirkan sebagai wasit atau biasa disebut jawara okol. Saat wasit memberi kesempatan pada warga yang ingin bermain, siapapun boleh maju ke tengah arena. Tanpa syarat, yang penting berani.

Jika orang tersebut sudah mendapat lawan yang dinilai seimbang terutama postur dan berat badan, maka pertandingan bisa segera dimulai. Aturannya tidak susah. Siapa yang bisa menjatuhkan lawan dan punggung lawan menggenai tanah maka dialah pemenangnya.

Dalam okol peserta tidak boleh menendang atau memukul. Aturan ini cukup tegas diterapkan. Bila dilanggar maka ia tak boleh ikut dalam pertandingan selanjutnya. Sedangkan bagi pemenang, hadiahnya yang disediakan cukup unik, yakni sebungkus rokok. Jika belum puas, pegulat yang kalah bisa ikut bertanding lagi dan lagi.

Meskipun demikian, peserta dari tradisi itu selalu membludak setiap tahunnya, sebab para peserta tidak hanya mengejar hadiah, tetapi menjadi peserta dalam ajang Okol itu mempunyai kebanggaan tersendiri.

Untuk diketahui, kegiatan Okol tersebut merupakan kegiatan kesenian tradisional yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan terus berlangsung hingga saat ini, dan kegiatan tersebut digelar rutin setiap setahun sekali, dan digelar setiap kemarau panjang melanda. (Jurnalis. Rai)

0 komentar:

Posting Komentar