Minggu, 21 Oktober 2018

Prof. Zainuddin Maliki: Kita Krisis Pemimpin Yang Punya Komitmen Membangun Negeri Memihaki Bangsa Sendiri


Laporan: Sudono dan Wakhid

Harianmerdekapost.com "Hati hati kalau Amerika dan lembaga lembaga milik Amerika memuji Kepala Negara, belum tentu kepala negara dan atau negara yang dipuji itu  akan lebih baik atau semakin eksis", demikian kata Prof. Zainuddin Maliki, Ketua PW Muhammadiyah, Jawa Timur, pada pengajian Akbar di masjid Al Muttaqin, Blimbing, Paciran, Lamongan, Sabtu, 20/10, jam 18.00, kemarin. 
Lebih lanjut Zainuddin, yang juga Ketum PW KBPII Jatim sampaikan, kebijakan  Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, tentang Glasnost (Keterbukaan) dan Perestroika (Restrukturisasi) dipuji Amerika, tetapi tak lama berselang, kebijakan Gorbachev itu menjadikan Uni Soviet runtuh dan kemudian disesalinya. Lalu pada tanggal 25 Desember 1991, Mikhail Gorbachev mengundurkan diri, dari jabatan Presiden, secara dramatis dalam sebuah tayangan tv milik negara dan sudah tidak ada lagi Uni Soviet. Di Kremlin bendera Soviet diturunkan untuk terakhir kalinya.
[20:13, 21/10/2018] Sudono syueb: "Dalam Annual Meeting 2018 International Monetery Fund and World Bank Group tgl 8-14 Oktober 2018, di Bali, Indonesia, kemarin, IMF memberikan Pujian untuk Ekonomi Republik Indonesia di tengah pelemahan rupiah. "Pertanda apa ini?", tanya Zainuddin secara retoris. 


Dulu zaman Presiden Soeharto, lanjut Zainuddin, IMF pernah bantu Indonesia pada 15 Januari 1998 untuk mengatasi krisis, tapi faktanya, Presiden Soeharto malah lengser dari jabatan Presiden, yang sudah dikuasai selama 32 tahun, pada tahun 1998 itu juga. Lalu terjadi perubahan sistem politik dari Orde Baru ke Orde Refarmasi.
"Hari itu, 15 Januari 1998, Bos IMF Michael Comdessus menyaksikan penandatanganan itu sambil menyilangkan kedua lengan di dada sementara Soeharto membungkuk untuk menanda tangani Letter of Intent (LoI)", kata Zainuddin yang mantan Rektor UMS Surabaya.
Selanjutnya Zainuddin sampaikan, Bos IMF itu terlihat pongah seperti tampak pada foto yang dimuat di media nasional dan internasional keesokan harinya. Tidak hanya orang lndonesia yang tersinggung, bahkan perdana menteri Malaysia, ketika itu Mahatir Mohammad juga memperotes sikap arogan bos IMF itu.


Untuk itu, tegas Zainuddin, kita membutuhkan seorang Pemimpin yang tangguh dan mandiri yang bisa melakukan ektraktif Sumber Daya Alam Indonesia yang hasilnya untuk kesejahtraan rakyat Indonesia. Jangan sampai Indonesia yang kaya raya dumber daya alam ini hanya dikuasai segelintir orang, sehingga puluhan juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan, sehingga mau berobat ke Rumah Sakit saja ga mampu, mau sekolah juga ga bisa, sehingga ada jargon, orang miskin jangan sakit, orang miskin jangan sekolah, karena sakit dan sekolah itu mahal. Dan lagi, orang miskin jangan ikut politik, jangan ikut Nyaleg, karena biaya demokrasi itu mahal. Maka nanti politik hanya akan dikuasai kelompok Oligarkhi, orang orang kaya dan kebijakannya hanya untuk orang kaya itu saja, bukan untuk orang miskin. Maka yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
Kita perlu pemimpin yang memiliki aqidah Islam yang kuat, yang selalu bersandar kepada Allah untuk mengatasi dan mengeksplorasi sumber daya alam, seperti doa Nabi Ibrahim as berikut ini:

رَبَّنَاۤ اِنِّيْۤ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ ۙ  رَبَّنَا لِيُقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَ فْـئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْۤ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ

"Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
(QS. Ibrahim: Ayat 37)
Jadi seorang pemimpin harus selalu berusaha mensejahtrakan rakyatnya agar sehat dan smart serta mampu bersaing dengan bangsa lain.

0 komentar:

Posting Komentar