Jumat, 19 Oktober 2018

DANA 1 M PROYEK REKONSTRUKSI PENAHAN TEBING DI DESA ROMBUH DI SOAL WARGA



Pamekasan, Harianmerdekapost.com - Pekerjaan proyek rekonstruksi penahan tebing di Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terkesan hanya menghabiskan anggaran. Pasalnya, acian penahan tebing itu sudah banyak yang retak, sehingga diduga kuat proyek itu tidak sesuai RAB, Kamis (18/10/2018).

Informasi yang dihimpun awak media pekerjaan itu bersumber dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, yang dikerjakan oleh CV. Aldi Putra Jaya Mandiri, dengan nilai kontrak Rp. 1.149.550.000,- (Satu Miliyard Empat Ratus Sembilan Puluh Lima Lima Puluh Ribu Rupiah). Pekerjaan itu, bertanggal kontrak 25 Mei 2018, dengan nomor kontrak 027/2.1.21/432.602/KPA/2018.

JI (inisial), salah satu warga setempat yang sangat menyayangkan adanya pekerjaan itu mengatakan, padahal pekerjaan ini baru selesai, masak sudah retak semua seperti ini. 

"Ini sebuah bukti ketidak sesuai dengan RAB yang ada," kata JI.

Ia menjelaskan, bahwa pekerjaan yang senilai 1 M itu terkesan hanya menghabiskan anggaran saja. 

"Masak dana 1 M lebih hasilnya hanya segini, inikan sangat lucu. Mungkin tidak ada pengawasan Dinas terkait," jelasnya.

Pihaknya pun meminta BPK untuk mengaudit pekerjaan itu, lantaran pihak konsultan terkesan hanya ingin meraup keuntungan pribadi. 

"Kami meminta BPK turun, karena kami duga pihak konsultan hanya ingin meraup keuntungan pribadi," pintanya.

Bahkan, pihaknya pun berjanji akan melaporkan pekerjaan itu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

"Kami sudah mengantongi data-data pekerjaan dari awal," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BPBD Kabupaten Pamekasan, Firdaus menyampaikan, bahwa hasil pantauan warga setempat yang menuding pekerjaan itu tidak sesuai spek, pantauannya hanya sekilas, karena apa yang telah ia lihat dilokasi tidaklah seperti tudingannya itu.

"Pekerjaan itu kan proses awal dan itu sudah melalui proses pengawasan konsultan," kata Firdaus, meyakinkan bahwa proyek itu tidak bermasalah (meski kenyataannya dilokasi sudah banyak yang retak).

Ia pun menuturkan, bahwa apa yang telah dilakukan dalam proyek itu dalam pengawasan TP4D. 

"Bahkan untuk minggu depan pekerjaan itu akan di audit BPKP," ungkapnya.

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, semisal nantinya BPKP mendapatkan temuan dalam pekerjaan itu. "nantinya pekerjaan itu akan diperbaiki, karena masih dalam tahap pemeliharaan," lanjutnya.

Mengenai monitoring dari pihak Dinas, Firdaus seolah-olah selalu melimpahkan pengawasan dari pihak Konsultan dan TP4D (angkat tangan).

"Itu sudah ada panitianya, untuk monitoringnya kan sudah ada konsultan pengawas. Kami menggunakan berita acara," paparnya..

Lucunya, Kepala Dinas BPBD Kabupaten Pamekasan itu tidak membolehkan awak media, untuk mengetahui laporan dari pekerjaan itu. Padahal hanya ingin menyesuaikan antara pernyataan Dinas dengan pihak Kontraktor. 

"Tidak usah, yang berhak tau itu pihak Inspektorat dan BPKP, jadi silahkan laporan dulu," pungkasnya. (Jurnalis. Moh. Bahri)

0 komentar:

Posting Komentar