Kamis, 18 Oktober 2018

Cekam-P dan Famas Kecewa Berat, Nyaris bersitegang



Pamekasan, Harianmerdekapost.com –  Sebagai tindak lanjut surat pemberitahuan kepada Bupati baru Pamekasn, H. Baddrut Tamam, Kali ini aktivis Pamekasan yang mengatasnakan dirinya sebagai Central Kreasi Aspirasi Muda Pamekasan (CEKAM-P) dan Front Aksi Masa (FAMAS) menggelar Demonstarsi susulan yang diarahkan ke Kantor Bupati Pamekasan Jl. Kabupaten, di Pamekasan Jawa Timur. Kamis, 18/10/2018.

Central Kreasi Aspirasi Muda Pamekasan (CEKAM-P) dan Front Aksi Masa (FAMAS) menuntut supaya pengerjaan Proyek di Desa Kacok, Kecamatan Palengaan - Palesanggar, Kecamatan-Pegantenan, ditengarai merugikan negara agar diusut tuntas sampai ke akar-akarnya, yang mana mereka menyebutkan CV. Hasan Baisuni, selaku pelaksana anggaran dan pemenang tender Rp. 797.211.000,- ditengarai telah lalai dan menyimpang aturan dalam pekerjaannya.

Hal ini mengundang amarah para aksi, nyaris bersitegang dengan pihak kepolisian karena Pihak Kepolisian membendung massa yang akan merangsek masuk ke area Kantor Bupati Pamekasan. Cekam-P dan Famas meminta kepada massa aksi untuk twrus merangsek dan berharap Bupati baru untuk segera menemui massa.

Indra X Korlap aksi terus mensuport demonstran untuk lebih dekat ke area namun pintu gerbang sudah lebih dulu di tapal kuda oleh pihak kepolisian.

“Maju kedepan, Maju Kedepan, Jangan Takut, kita dilindungi Undang-undang. Kami harap kepada Bapak Bupati untuk segera menemui kami, Karena dari dulu kami kecewa kepada pemerintahan yang sudah-sudah,” Tutur Korlap aksi Indra X dengan nada tegas.

Dilain sisi pihak Kepolisian meminta para aksi untuk mengutus perwakilan, namun ditentang oleh Korlap aksi bahwa, perwakilan itu diluar dari managamen aksi.

“Tidak boleh ada perwakilan, tidak boleh ada yang masuk. Perwakilan itu diluar dari mangemen aksi,” Teriak Indra dari bunyi Sound sistem.

Sementra itu para korlap aksi yang lain, saling berorasi dengan sengitnya, Rossi Kancil mengatakan bahwa, Bupati bukan milik perseorangan, bukan milik elit juga bukan milik Polisi. Atas nama rakyat pamekasan massa aksi juga berhak bisa bertemu.

“Bupati bukan milik perorangan, bukan milik elit juga bukan milik Polisi. Atas nama rakyat pamekasan massa aksi juga berhak bisa bertemu,” Tutur Rosi Kancil menggema.

Namun apa boleh dikata, para aksi amat sangat kecewa tidak bisa langsung bertatap muka dengan Bupati Pamekasan, dikarenakan Bupati sedang diluar kota.

“Mohon Maaf, Bapak Bupati tidak ada ditempat sedang keluar kota ada acara,” Tutur salah petugas yang ada. (Jurnalis. Moh. Hewi)

0 komentar:

Posting Komentar