Rabu, 22 Agustus 2018

"Wadhoo Masuk Angin Kabeh" Kasus Pengeroyokan Di Jimmys Cafe Masih Ngambang

               Rabu, 22-08-2018 | 18:37 Wib


Surabaya harian Merdekapost.com
Kasus pengeroyokan sadis terhadap Handy Natanael Setiawan (25) warga kupang baru dan Jimmy Cen (32) warga ngaglik di Jimmys Club and Lounge area Hotel JW Marriott Surabaya, sudah dinyatakan P21 atau sempurna tinggal menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik kepolisian ke penuntut umum (JPU) untuk segera disidangkan 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo mengatakan kasus pengeroyokan terhadap Handy Natanael Setiawan warga kupang baru dan Jimmy Cen warga ngaglik yang dilakukan oleh Giri Bayu Kusuma (GBK) di Jimms Club and Lounge area Hotel JW Marriott Surabaya, sudah dinyatakan P21 atau sempurna tinggal menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik kepolisian ke penuntut umum (JPU) untuk segera disidangkan di pengadilan negeri surabaya," kata Damang. senen (20/8/2018).

Namun Jaksa Damang tidak berani memastikan apakah para tersangka akan dilakukan penahanan pada saat dilakukan pelimpahan tahap 2 nanti.

"Waduh, saya tidak bisa komentar dulu mas kalau untuk itu," ucapnya.

Perlu diketahui, korban Handy Natanael Setiawan (25) dan Jimmy Cen (32) jadi korban pengeroyokan di Jimmys Club and Lounge area Hotel JW Marriott Surabaya, dan sudah dilaporkan ke Polsek Tegalsari. No: STTLP/K/026/I/2018/Jatim/Restabes SBY/Sek Tegalsari, Minggu (21/1/2018). Tidak lama kemudian, perkara pengeroyokan  ini diambil alih oleh Polrestabes Surabaya.

Lima orang sudah dinyatakan sebagai tersangka. Mereka 2 wanita bersaudara, berinisial DMAD dan JBAG, serta 3 pria berinisial GBK, MR, dan MB, yang semuanya dijerat pasal 170 tentang pengeroyokan.

Kasus ini terjadi di Club & Lounge Jimmys area Hotel JW Marriott Surabaya, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 02.30 dini hari lalu. Saat itu Jimmy dan Handy masuk ke Jimmys Club dan sudah ada keributan antar dua kelompok.

Mengetahui keributan itu, Jimmy dan Handy pilih kembali keluar. Saat melangkah keluar di lorong pintu club di samping kiri pintu utama hotel bintang lima di Jalan Embong Malang Surabaya itu Jimmy tanya pada Handy kenapa mereka ribut, dan bilang gitu saja kok diributkan.

Akan tetapi, ucapan Jimmy terdengar cewek berinisial DMAD yang tadi dilihatnya ikut ribut di dalam club. Tak disangka, cewek itu marah mengejar Jimmy.

Handy berusaha menghalangi. Namun, tersangka DMAD ganti mencekal krah baju Handy dengan berkata yang mengandung unsur SARA.

Tidak hanya itu, meski Handy dan Jimmy diam saja, DMAD pada teman-temannya mengaku telah dipukul Handy. Terus, terjadilah pengeroyokan oleh kelima tersangka.

Handy dan Jimmy dipukul dan ditendang bertubi-tubi. Keduanya bersimbah darah, terutama di bagian muka dan punggung.

Disesalkan pula, petugas keamanan di tempat itu justru ikut mencekik dengan siku tangan dan menggelandang Handy keluar area hotel sambil mengancam akan menghabisinya jika tidak pergi.

Berdasarkan hasil visum RS.SILOAM, Handy mengalami luka di bagian pelipis mata kanan dan kiri, leher dan punggung, sementara Jimmy mengalami luka di bagian wajah dan punggung.
reporter
(Prapto)

0 komentar:

Posting Komentar