Rabu, 22 Agustus 2018

"Menggali Pesan Makna Turunnya Cahaya Allah dalam Peristiwa Pengorbanan Agung Nabi Ibrahim as"


(Kajian Kuliah Subuh ke-2, di Mesjid Nur Islam, Ibuh Payakumbuh, Sumatra Barat)

Oleh : Ir.H.Achmad Nurhono Msc. (Konsultan Migas, Motivator Nasional KBPII Pusat/Yogyakarta, Pengurus Pusat BKsPPI Divisi Pendidikan dan Training, Pendiri Sekolah Kepemimpinan Umat & Bangsa - SKUB Depok)

Harianmerdekapost.com Alhamdulilah wa syukurillah, hadza min fadli Rabbi, baru saja selesai Allah SWT mudahkan kami memberikan kajian subuh yg ke-2 di mesjid Nur Islam, Ibuh Payakumbuh,  tentang makna "Litukhrijan al- nass zulumati ila nur" (QS.Ibrahim ayat 1) yg dianugerahi Allah swt kpd Nabi Muhammad SAW; begitu juga turunnya anugerahi mulia cahaya iman nur illahi Rabbi yg diberikan kepada Nabi Ibrahim as, berupa pengalaman puncak fisik- intelektual-rohaniyyah tingkat tinggi dari kerangka "ilmu yaqin", ''ainul yaqin" dan "haqqul yaqin",  yang dengan sangat indah dan syahdunya dicerminkan dalam sejarah rihlah sucinya pengorbanan nabi Ibrahim as bersama isteri, Bunda Siti Hajar ra dan Ismail as; baik dalam rihlah rentetan peristiwa suci munculnya air zam- zam, kisah perjuangan-berikhtiar yang tidak pernah putus asa (never give up to achieve the blessing of Allah) peristiwa lari bolak- balik dari bukit Shafa dan marwah, melempar jumroh ( ula-wustho-kubro), peristiwa mina, makna suci padang arafah dan peristiwa agung- suci pengorbanan penyembelehan Ismail as oleh Nabi Ibrahim as.

Kutipan dari Al-Quran: Ibrahim (14:1)

 الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

"Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad SAW) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji"

Kutipan dari Al-Quran: Ibrahim (14:2)

اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

"Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Celakalah bagi orang yang ingkar kepada Tuhan karena siksaan yang sangat berat".

Kutipan dari Al-Quran: Ibrahim (14:3)

الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

"(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh".

Catatan Tentang Keagungan, Teladan & Pengorbanan Nabi Ibrahim as : 

Nabi Ibrahim as telah dianugerahkan keimanan kuat kepada Allah swt, sangat tinggi dari pengalaman yg menghasilkan ilmul yaqin, 'ainul yaqin dan haqqul yaqin; sehingga berupaya meninggalkan khidmat yang sangat mulia dalam Sejarah Manusia yg cintakan Allah swt khususnya Agama Islam hingga ke Akhir Zaman.

Dengan keimanan tahap itu Baginda Nabi Ibrahim as dengan rela-ikhlas dapat meninggalkan agama bapanya (menyembah berhala), menentang Rajanya dan dilempar ke dalam Api Raksasa, berhijrah dgn isteri bunda Siti Hajar ra ke kawasan yg pada waktu itu sangat kering kerontang dan gersang, dan sanggup menyembelih putera tersayang Ismail ra, serta kemudiannya membina Kaabah. Allah swt membantu Baginda dan keluarga setiap ketika dgn pelbagai cara (Lihat QS.Surah Ibrahim,14 :37). 

Begitulah Janji dan Sunnah Tuhan. Perjuangan yang berteraskan keikhlasan, keyaqinan dan  iman akan dapat sangat kokoh menetap dalam Kesadaran dan Kehidupan Manusia Yang Beruntung. 

Perjuangan dan kehidupan yg menggadaikan agama Tuhan antara lain, sejatinya dgn melunturkan sendi-sendi keimanan, adab dan akhlak, ilmu dan keadilan, serta ibadat, karena jabatan, pujian, pemimpin, keluarga dan harta adalah sejatinya sungguh laksana ibarat buih- buih yg bertaburan di atas air....dan...

Di dunia hakekatnya tidak akan kekal kecuali sebagai contoh-contoh kebodohan- kejahilan-kezaliman-kerusakan dan kerugian yg sangat besar, dan di Akhirat kelak akan mengalami penderitaan menyiksa dan kesengsaraan (tragedi) yg tiada berkesudahan terus menerus dalam jiwa-raga kehidupan di dunia-akherat.

"Refleksi Al-Hikmah Haji"

Ibadah Haji adalah sebuah madrasah yang mengajarkan tentang keimanan, pengorbanan, kesabaran, ukhuwah, musawah, keilmuan, kebahagian, kasih sayang dan kesejagatan ummah. Madrasah Haji sejatinya bukan hanya terketak pada rangkaian ritualnya yg penuh maknawi nilai historik, akan tetapi lebih berpusat kepada kefahaman, refleksi intelektual dan rohaniyah dari "the ultimate inner core of the soul" dan penghayatan komprehensip yang setulusnya semata utk meraih ridho Allah SWT.(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar