Rabu, 22 Agustus 2018

"Harapan Lahirnya Pemimpin yang Amanah Adil dan Beradab; Pesan Kepemimpinan Umat dalam Keteladanan Pengorbanan Agung Nabi Ibrahim as"

Oleh : Ir.H Achmad Nurhono Msc. (Konsultan Migas; Motivator Leadership-Manajemen-Team Building KBPII Pusat/Yogyakarta; Pengurus Pusat BKsPPI Divisi Pendudikan & Training; Pendiri Sekolah Kepemimpinan Umat & Bangsa-SKUB Depok)

Harianmerdekapost.com Kutipan dari Al-Quran: Ibrahim (14:37)

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur"

Seorang pemimpin sejati umat dan bangsa, di tingkat peringkat mana sekalipun, akan coba menaikkan semangat pasukan/orang-orang bawahannya di waktu yg penuh dgn kegagalan dan kehampaan. Dia tidak akan menyalahkan orang lain, akan menumpukan pada lubang-lugang cahaya yg masih belum tertutup semuanya. Dia akan selalu membawa kepada kondisi optimisme di waktu pessimisme.

Di waktu-waktu kejayaan, dia akan mengiktiraf semua penyumbang walaupun semua sedar dialah yg paling banyak berjuang. Dia akan mententeramkan kegyairahan dan kegembiraan dgn mengingatkan dirinya dan semua tentang tugas-tugas dan cabaran/ tantangan mendatang. 

Perjuangannya bukan utk jawatan dirinya atau ahli keluarganya, dan bukan sekadar utk menjatuhkan musuhnya, tapi untuk melaksanakan amanah Tuhan yg difahaminya dgn benar yg tidak pernah bertukar dan berubah-rubah. Dia akan mengelilingi dirinya dgn orang- orang yg sama tujuan dan etos perjuangannya; yg tidak berobah dalam kegagalan atau kejayaan.

Kehidupan dirinya dan keluarganya adalah cerminan keutuhan kepimpinannya: bukan hanya kata-kata dan janji-janjinya. Itulah yg ditunjukkan oleh Junjungan Nabi Besar Muhammad (saw), Nabi Ibrahim as bersama isteri. Bunda Siti Hajar ra dan Ismail as, serta oleh semua ulama dan umara' yang menjejaki perjuangan dan kepimpinan Kedua Nabi Agung ini Muhammad saw dan Ibrahim as.
"Kenapa, Kita dikatakan mudah lupa !"

Memang ada yg sungguh lupa beberapa perkara, apalagi padahal yg fundamental sengaja atau tidak; tetapi tidak semua kita akan lupa atau mahu melupakan semuanya. 

Pesan kunci makna mulianya dari kondisi ini : Dengan sejarah rihlah diri dan sejarah umat dan bangsa, "Don't ever cut of from the very root of the tree" (Janganlah sampai pernah memotong  akar sebenarnya dari sebuah pohon).

Pengajaran bermakna haruslah diambil dari segala hal yg tidak dilupakan adalah : yang baik dijadikan teladan dan hikmah  ikhtibar berharga utk dapat dicontohi dan kembangkan bagi generasi kini dan mendatang, dan yg buruk dijadikan pelajaran berharga agar tidak lagi berulang dan tidak diteladani. 

Karenanya, Camkankah dengan baik. Janganlah kita mau terus dipecah belahkan dan dipermainkan karrna kita alpa dan sengaja lupa yg kemudian menjadi jahil- zolim dan merusak sistim kehidupan kini dan mendatang beserta lingkungan internal dan eksternalnya.

Pemimpin yg baik tidaklah sempurna. Dia mempunyai kelemahan, akan membuat silap, dan berlaku zalim dengan sengaja atau tidak. Yang penting ialah dia harus mengakui kesilapan, kesalahan dan kezalimannya dan sungguh-sungguh memperbaikinya. 

Jangan sekali-kali dia menjustifikasikan sebarang kesilapan, kelemahan dan kezaliman kerana hal ini akan merobah makna dan erti perkara2 tersebut: yg salah akan dianggap benar dan sebaliknya. Agama dan akhlak akan rosak. Bangsa akan terjerumus keliru dan tersesat. Negara akan kucar-kacir.

Dia tidak harus berjanji perkara2 yg dia tahu tidak akan dapat ditunaikan tanpa merugikan agama dan bangsa. Dia akan mengelilingi dirinya dgn individu2 cekap, bijak dan berprinsip dan membenarkan mereka bertugas dgn tekun.

Dia sedar insaf bahawa betapapun dia mungkin akan terlepas dari hukuman undang2 semasa yg dikuasainya, dia tetap tidak dapat lari dari penilaian Sejarah yg lebih adil, dan dari hukuman Allah Yang Maha Berkuasa. Dia insaf semakin lama dia hidup, semakin hampir dia akan bertemu Tuhannya.
"Semua penyakit ada sebab musababnya". 

Carilah sebab musabab yg sebenar. Gunalah ubat yg sesuai untuk benar- benar merawatnya dgn izin Allah taala. Jangan membuang tatacara perubatan yang terbukti baik tetapi memerlukan perubahan cara hidup yg berterusan semata-mata kerana dapat menghilangkan sakit-demam  dgn panadol beberapa hari.

Sebab musabbab sebenarnya harus dikenali dan dihindari....Lebih merusakkan jika penyebab sebenar penyakit paling berbahaya dianggap ubat paling berjasa!
Dan puncak penghayatan dari semangat tafakur dan tadaburnya tentang pesan kunci bagaimana agar umat dan bangsa dalam prosesnya ini dapat melahirkan generasi hebat, kepemimpinan umat dan bangsa yang bermartabat, amanah, adil dan beradab kini dan dimasa-masa mendatang...maka renungkanlah pesan al-hikmah dibawah ini yg menekankan pada proses iman dan taqwa kepada Allah swt yg bermuatan nilai-nilai mulia penuh dengan kesabaran-kesyukuran-keikhlasan yg tinggi akan wujud dari proses Sunatullah Kauniyyah-nya :
[23/8 09.51] ‪+62 878-8101-0131‬: Telor di hujung tanduk. Memang sangat tidak stabil masa depannya, tapi masih lagi telor, masih boleh menetaskan anak ayam dan berkemungkinan menjadi seekor Ibu yg produktif melahirkan banyak generasi baru yg lebih bijak dan berani; atau menetaskan seekor ayam jantan yg sejati: kokoknya boleh membangunkan insan dari lena tidur utk bangun menyembah Allah swt, taji tajamnya boleh membunuh musuh. 

Disinilah pentingnya memaknai kesabaran dan keikhlasan berkurban utk meraih sujses besar,  cita-cita besar didunia, Izzul Islam wal Muslimin dan ridho Allah swt diakherat kelak. Dan disinilah pentingnya kita menangkap dan menggali pesan maknawi dari keteladanan pengorbanan suci Nabi Ibrahim as, bersama bunda Siti Hajar ra dan Ismail as.

Pepatah Melayu bijaksana mengatakan : "Janganlah pecahkan telor walau di hujung tanduk!"

Sarang laba-laba amat halus dan lemah. Dengan memiliki wawasan besar melepasi kepentingan diri dan keluarganya dan meningkatkan kerajinan bekerja, dia dan sarangnya itu telah menyelamatkan Makhluk Terbaik dan Agama Tertinggi dalam Sejarah Penciptaan.

Perbaikilah wawasanmu segera dan menyumbanglah dgn penuh semangat dari iman dan taqwamu kepada Allah SWT, yang bermuatan kualitas dan kuantitas makna tinggi kesabaran, kesyukuran, kecerdasan, ilmu, adab-akhlaq, ikhlas dan istiqamah!(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar