Sabtu, 25 Agustus 2018

Catatan budaya: Misi Kekuasaan

Oleh: Didik Akhmadi, M.Comm.

(Budayawan Politik dan KBPII Yogyakart Besar)

Harianmerdekapost.com Kadang orang berdebat ramai ajukan kandidat pilihannya untuk menjadi pemenang dalam kontestasi politik, seperti dalam pilkada, pemilu atau pun pilihan presiden. Sayangnya, sebagian orang dasar pilihannya hanya semata emosional atau paling banter berdasar pertimbangan rasional, sekedar ingin mencapai kemenangan saja. Setelah menang, selesai sudah urusannya.

Seorang muslim semestinya dalam dirinya sudah built-in memahami apa misi yang harus diemban ketika kekuasaan itu berada di tangan.

Misi Kekuasaan dalam perspektif ke-Islaman itu ada empat. Negara atau pemerintahan itu harus menjadi:

*daulatul hidmatiyah, negara yang melayani

*daulatul himayah, negara yang melindungi

*daulatul hadharah, negara yang berupaya memajukan peradaban

*daulatud dakwah, negara yang memasyarakatkan nilai nilai ke-Islaman untuk warganya. 

Sebetulnya, empat misi itu sudah tidak asing dalam gelaran wayang. Pada jejeran kerajaan, para dalang telah menyampaikan pada saat menyondro sebuah kerajaan, atau dalam antawacana perbincangan para pejabat kerajaannya.(Sudono Syueb/ed)

0 komentar:

Posting Komentar