Senin, 19 Agustus 2019

Ungkap Komplotan Pencuri Motor, Polisi Tembak Dua Pelaku di Madura Bangkalan



Harianmerdekapos.com/  , Bangkalan – Aksi pencurian motor masih saja terjadi di wilayah hukum Bangkalan, Madura, Jawa Timur (19/8/2019

Polisi setempat sudah sering melakukan pengungkapan dan tindakan tegas. Bahkan tidak segan-segan untuk melumpuhkan dengan tembakan.


Kali ini, Polres Bangkalan kembali berhasil mengungkap komplotan pencuri motor yang meresahkan warga.

Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas lantaran melawan petugas. Tersangka lain yang merupakan komplotannya masih dalam pengejaran.

Kedua tersangka yang ditembus timah panas pada bagian kakinya itu, Munili (42) warga Dusun Blungkeng, Desa Banyiur Kecamatan Sepuluh, Bangkalan dan Ibnu Sabulillah (19) warga Dusun Dabung, Desa Macajah Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Wakapolres Bangkalan, Kompol Hendy Kurniawan, Senin (19/8/2019) menjelaskan, kedua tersangka melawan petugas saat akan diamankan di rumahnya masing-masing.

“Makanya, kedua tersangka dilumpuhkan,” terangnya.

Kedua tersangka merupakan pelaku utama di 7 tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, tersangka Ibnu Sabulillah berperan ganda.

“Selain pelaku juga sebagai penadah. Dan motor hasil curian itu dijual dengan kisaran harga Rp2 juta sampai Rp4 juta per unit,” terangnya.

Sebelum dijual, motor hasil curian tersebut ada yang dipreteli sendiri ada juga yang dijual dalam kondisi utuh.

Sebagian motor curian ada yang dititipkan pada pelaku lain berinisial IS. Saat ini, IS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi juga sedang mendalami keterlibatan tersangka SS yang sebelumnya terjaring dalam kasus yang sama. “Keduanya masuk DPO dan dalam pengejaran,”

Ia menyampaikan, tersangka Munili dan Ibnu Sabulillah baru saling kenal 5 bulan lalu dan sudah mencuri di 7 TKP. Barang bukti yang diamankan baru 5 unit sepeda motor. Semuanya hasil curian di tahun 2019.

Terungkapnya kasus pencurian tersebut berawal dari laporan para korban. Polisi dengan cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya terungkap komplotan pencuri motor di wilayah Bangkalan.

Dalam kasus ini, penyidik menerapkan 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan dan ancaman hukumannya 7 tahun penjara.(Jurnalis m tiger)

Kapolri: Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo Lakukan Self Radicalis


Jakarta Harianmedekkapost.com/ 
Jenderal Pol Tito Karnavian Kapolri mengatakan pelaku penyerangan terhadap anggota Polsek Wonokromo, Jawa Timur, melakukan self radicalism atau radikalisasi diri sendiri dengan melihat internet.

"Sementara info yang saya dapat dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet," kata Tito di Jakarta, Minggu.

Tito mengatakan berbekal melihat internet, pelaku yang berinisial IM kemudian meyakini pemahaman interpretasi jihad versi dirinya sendiri dengan mendatangi Polsek Wonokromo dan menyerang petugas.

"Polisi dianggap thogut karena bagi mereka polisi selain thogut juga dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka, sehingga bagi pelaku melakukan serangan kepada kepolisian dianggap bisa mendapat pahala," ujar Tito. 

Dia menegaskan saat penyerangan dilakukan petugas mengambil tindakan tembak di tempat terhadap pelaku, namun tidak di bagian mematikan.

Sementara anggota polsek yang terluka sudah diberikan perawatan.

Tito menyatakan bakal memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota yang terluka, sambil mengevaluasi sistem keamanan di polres, polsek hingga polda.

"Kalau memang ada jaringan, maka semua jaringannya harus ditangkap. Undang-undang baru nomor 5 tahun 2008 memberikan kekuatan cukup besar kepada penegak hukum, kepada negara untuk menangani jaringan terorisme. Kasusnya akan kita kembangkan terus, kita akan tangkap siapapun yang terlibat," tegas Tito..
(jurnalis matsoleh)

Gubenur Jatim Didampingi Waka Polda dan Dirreskrimum Polda Jatim Besuk Polisi Dibacok


Surabaya Harianmerdekapost.com/ 
Surabaya-Waka polda jatim brigjen toni hermanto bersama direskrimum polda jatim kombes gupuh hariono mendampingi gubernur jatim hj khofifah indar parawansa, minggu (18/8/2018) besuk aiptu agus dan briptu febian, anggota polsek wonokromo di RS bhayangkara polda jatim.


Gubernur jatim memberi support kepada korban pembacokan agar segera pulih dan bisa beraktivitas kembali serta menyarankan kepada dokter rumah sakit bhayangkara agar mendapatkan perawatan yang maksimal.

Untuk diketahui, dua anggota polsek wonokromo dan polrestabes surabaya alami luka berat akibat penyerangan yang dilakukan oleh imam mustofa, warga sumenep madura, jawa timur sabtu (17/8/2019) lalu, kedua anggota polsek wonokromo itu adalah aiptu agus sumarsono dan iptu febian.

Kabid humas polda jatim kombes frans barung mangera mengatakan," aiptu agus mengalami luka parah pada anggota tubuh bagian atas, yakni," kepala, pipi kiri, lengan tangan kiri, sedangnya korban Iptu febian menderita luka lebam dan tak sampai harus dirawat inap di rumah sakit.

Agus mengalami luka yang cukup parah kalau dilihat dari CCTV, agus ini berusaha untuk menghindari celurit beberapa kali, kata kabid humas, minggu (18/8/2019).

Dikatakan, aiptu agus sempat memperoleh penanganan kusus medis darurat di ruang ICU rumah sakit RKZ surabaya, namun sekitar pukul 20.00wib, iptu agus akhirnya dipindah ke RS bhayangkara polda jatim untuk dilakukan penanganan intensif akibat luka serius pada bagian kepala.

Saat di RS bahayangkara tim medis melakukan operasi terhadap agus yang memakan waktu lima jam lamanya di ruang ICU.

Ada luka di kepala yang harus diselamatkan dengan operasi cepat dan selesai 01.00wib, katanya" semabri manembahkan tepat pukul 01.00wib, operasi rampung dilakukan dan kondisi agus berangsur membaik setelah dipindahkan ke ruang perawatan.

Yang bersangkutan sekarang sudah keluar dari ruang ICU artinya ini sudah clear dan sudah bisa berinteraksi kembali," lanjutnya kombes barung.

Meskipun harus menunggu waktu pemulihan bekas operasi pada luka sabet di bagian pipi, kepala, dan tangannya, namun agus dalam keadaan sadar dan sudah bisa berkomunikasi secara terbatas.

Pemulihan yang cukup cepat walaupun memang ada luka di bagian pipinya belum bisa kita ajak bicara lebih banyak," pungkasnya.(jurnalis m tgr)

Lagi...!!! Komunitas Jumat Berbagi, Santuni Warga Prasejahtera di Desa Angsanah, Palengaan, Pamekasan.



Pamekasan, Harianmerdekapost.com-

Tim Jum'at Berbagi kembali melakukan kegiatan sosial kepada beberapa warga pra sejahtera, di dua Dusun yakni Dusun Beringin dan Dusun Nyato, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Ahad, 18/08/2019.


Kegiatan kali ini merupakan serangkaian kegiatan dan lanjutan program Berbagi yang pernah dilakukan pada hari sebelumnya yang berupa Pemberian santunan sembako kepada sejumlah warga yang tergolong pada keluarga kurang mampu.

Turut serta dalam kegiatan tersebut Tokoh Pemuda Desa setempat, Aktivis dan pemerhati sosial, serta beberapa awak media dari Media Cetak can online.

Menurut pantauan Harianmerdekapost.com ternyata masih banyak potret memilukan dibalik slogan "Mmberantas kemiskinan, dan Kesejahteraan yang Merata," ternyata hanyalah menjadi sebatas pemoles dan tabir penutup bagi sisi lain kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya ditemukan keluarga tidak mampu yang luput dari pantauan pemerintah. Sehingga tak jarang dari mereka yang luput dari sentuhan program Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah, ataupun Dana Lain yang katanya terbilang sangat signifikan.

Seperti yang dialami oleh ibu Sariyah (54) warga Dusun Beringin. Perempuan paruh baya tersebut hidup sebatang kara, dirinya tinggal di sebuah Rumah yang sudah tidak layak huni, atapnya hancur hingga jika musim penghujan tiba maka alamat seisi rumah akan tergenang air. Dinding rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu sudah hancur dan bolong dari semua sudut, Dan tempat tidurnyapun sudah rapuh.

Kondisi ini tentu saja membuat kami yang datang hanya mampu gigit bibir, karna dibalik Program Pengentasan Kemiskinan ternyata ada ketimpangan sosial yang menjadi PR besar bagi para pemangku kebijakan di negri ini.

Kepada media Ibu Sariyah mengaku bahwa baru-baru ini sudah mendapatkan bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH)

"Engghi olle berras pak ri'bari'in panika dukaleh (Ya kemaren-kemaren dapat beras pak dua kali) bantuan beras dari PKH." Katanya.

Iapun berterima kasih kepada tim Jumat Berbagi yang sudah sudi mendatangi dan memberikan bantuan sembako yang sudah diterimanya.

"Mator Sakalangkong pak (Terimakasih pak) ampon aghebey kaulah bhunga (sudah membuat saya senang) Panikah sanget amanfaat dha' kaulah pak (ini sangat bermanfaat bagi saya pak)". ucapnya senang

Mashudi salah seorang aktivis Sosial Pamekasan berharap agar pemerintah sudi memberikan bantuan bedah rumah bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada beberapa nama yang sudah sepantasnya mendapatkan.

"Tentu kami harap pemerintah turun langsung dan sudi memberikan bantuan bedah rumah bagi nama-nama yang sudah kami data ini mas."

Jurnalis: Hewi Fals/syakur

Sabtu, 17 Agustus 2019

Kapolda Jatim tinjau Langsung Polsek Wonokromo Pasca Penyerangan Anggota Polisi


Surabaya Harianmerdekapos.com/ Surabaya. Pasca diserang orang tak dikenal, Kapolda Jatim terjun langsung untuk melakukan pengecekan ke Markas Polsek Wonokromo, Sabtu(17/08/2019).

Dalam penjelasannya, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. mengatakan bahwa kejadian ini bermula dari adanya orang yang tak dikenal memasuki Mapolsek Wonokromo untuk melapor.


Namun saat berada di ruang SPKT, pelaku justru melompat dan menyerang anggota SPKT atas nama Aiptu Agus Sumartono dengan menggunakan senjata tajam jenis Clurit.

“Saat ini pelaku sudah berhasil kami amankan dan selajutnya kami akan interogasi untuk mengetahui apa motif pelaku melakuakan penyerangan kepada Polisi khusunya personel Polsek Wonokromo,” tambah Kapolda Jatim.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan, hingga saat ini kami telah menyiagakan Satuan Shabara dan dibantu personel lainnya untuk membantu menjaga di seputaran Mapolsek Wonokromo,” tutup Kapolda Jatim,

Dalam olah TKP sementara, Polisi berhasil mengamankan barang bukti satu buah Pisau penghabisan, Celurit, Ketapel dengan amunisi kelereng, Senpi gas airgun warna hitam, kaos warna hijau, alat mandi, tas ransel hitam dan dua lembar kertas fotocopy yang mirip dengan bendera ISIS.
(Jurnalis tgr)